Sejarah STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Sebagai Lembaga Dakwah

Awal 1982, perguruan tinggi ini menyelenggarakan “Kuliah Da’wah 6 Bulan Thawalib Jakarta” yang kuliahnya 3 kali sepekan (Senin, Rabu, Sabtu); Bertempat di Kompleks Masjid Al Ghuraba’ (belakang terminal) Rawamangun. Kuliah 6 Bulan, hanya satu angkatan (20-an mahasiswa) salah satunya Abdul Asyaro Aziz. Para pengajarnya antara lain: Prof KH Zainal Abidin Ahmad, Prof H Osman Raliby, H. Nawawi Duski, Drs H Arif Rahman Hakim (sebelum Dr, MA), Dr H Fachrudin, H Tamar Djaja, HIAL Datuk Nan Sati, H Djamal Djamil, Drs. Anwar Kasim, (sebelum Dr. MA) dengan dosen tamu antara lain Dr M Natsir, HMD Datuk Panglimo Kayo, HM Junan Nasution, H Mawardi Noor. Dan mulai Agustus 1982, dibuka penerimaan mahasiswa angkatan pertama “Akademi Da’wah & Publisistik Thawalib Jakarta” yang dilaunching menjadi setahun kemudian, yakni 19 Agustus 1983.

Prof KH Zainal Abidin Ahmad menjadi Direktur “Akademi Da’wah & Publisistik Thawalib Jakarta” dan berakhir karena beliau wafat, pada Selasa, 26 April 1983. Lantas, rapat pada bulan Mei 1983 di Kampus Thawalib Salemba Tengah yang antara lain dihadiri Dr. M Natsir, HM Joesoef Ahmad, H Nawawi Duski, H Djamal Djamil, H Kasim Ahmad, HIAL Datuk Nan Sati, H. Oemar Bakry, menetapkan H Omar Bakry Datuk Tan Besar menggantikan posisi almarhum. Pada saat kepemimpinan H Oemar Bakry, (1984) Akademi diubah menjadi Sekolah Tinggi Da’wah dan Publisistik Thawalib Jakarta: (Kala itu Ketua Yayasan Thawaalib dan Dekan STDP Thawaalib masih boleh rangkap). Tahun 1985 ada peraturan tidak boleh rangkap jabatan Ketua YIT tetap Oemar Bakry, Dekan STDP diamanahkan kpd Prof Anton Timur Djaelani dan STDP melaju ke pengurusan status Dapat Status Terdaftar sebagai STIU Thawaalib.